Minggu, 27 Juli 2008

potongan cerita PON



Ki-ka : Bedua Kak Dedi depan Bandara Sepinggan, Balikpapan.//Kak dedi, Kak Ipan, Kak Joni di Pintu Utama Stadion Palaran samarinda.//Suasana Tenda penerimaan kontingen Bandara Sepinggan.//Kak sidra ma Kak Datut dan kak Ipan Nyanyi di Balairung media Center Komplek sempaja samarinda.//Foto di dalam Stadion Palaran//

Sabtu, 05 Juli 2008

PON 1

Catatan Perjalanan Peliputan PON XVII Kaltim, 3-17 juli 2008

Hari pertama..
Dicoret dari kontingen sumsel

setelah menunggu kepastian hampir tiga bulan semenjak di nyatakan terdaftar sebagai wartawan peliput PON kaltim, maret lalu, akhirnya hari ini tiba, Kamis (3/7) offisial sumsel include wartawan dijadwalkan akan di berangkatkan menuju balikpapan, kaltim.
Meski dengan segala keterbatasan yang ada, koni belum memberikan uang saku, serta ketidakpastian lainnya. Offisial dinyatakan siap berangkat.
Pukul 09.00 wib satu persatu offisial yang akan di berangkatkan menuju balikpapan dengan menggunakan pesawat lion air mulai berdatangan di bandara sultan mahmud badaruddin II, palembang. Pukul 09.35, kita mulai masuk ke dalam bandara untuk cheak ini dan bagasi. Sekitar pukul 09.55 semua urusan bagasi selesai dan kita yang terdiri dari mayoritas wartawan sumsel mulai akan naik ke lantai dua untuk boarding.
Namun, tiba-tiba, saya di sodorkan telpon kak darmansyah, salah satu staff koni sumsel yang tertera nama kurnati. Telpon saya terima, dan perasaan saya sudah tidak enak. Goucha! Inti omongan pak kurnati, humas koni sumsel menyatakan wartawan berita pagi tidak menjadi tanggung jawab kontingen sumsel dan diminta untuk pulang. Ini adalah sikap koni atas pemberitaan berita pagi beberapa hari ini tentang persiapan kontingen sumsel yang agak carut marut karena tidak ada anggaran dana. Koni kecewa dengan pemberitaan berita pagi.
Syok pasti. Tinggal 10 menit lagi dinyatakan berangkat ke kaltim dan semuanya dinyatakan harus pulang!hm..saya langsung menelpon kantor dan berbicara dengan pimpinan redaksi saya, iman hadiman. Ia kaget, mungkin. Dan ia menyatakan ok ga papa kalau memang saya mesti kembali dan dicoret dari kontingen sumsel, maka saya harus kembali. Temen2 wartwan lain, cukup kaget dengan kejadian ini namun mereka sudah menduga sejak awal akan seperti ini dampak dari pemberitaan yang saya dan teman2 kantor buat. Mereka menguatkan saya.
Saya pun tidak masalah untuk pulang di saat 10 menit lagi saya akan terbang ke tempat yang sudah saya tunggu nyaris beberapa bulan ini. Memang ini resiko nya. Tp tas saya sudah masuk bagasi dan tidak bisa lagi untuk di ambil, maka pimred saya mengambil keputusan untuk saya tetap ikut rombongan sumsel hingga jakarta. Dan nanti akan dipikirkan langkah selanjutnya.
Tak lama, pimpinan perusahaan saya menelpon kak havis, salah satu anggota humas koni sumsel. Telpon untuk saya,ia menyatakan saya mesti tetap ikut rombongan hingga tiba di balik papan. Semua ongkos pesawat yang telah dikeluarkan koni akan di ganti oleh kantor. Saya tetap berangkat.
10.30 pesawat take off menuju jakarta. Alhamdulilah perjalanan berjalan lancar. Peswat landing pukul 11.30 di bandara soekarno hatta.
Kita langsung mengurus transit untuk melanjutkan perjalanan ke balik papan. Pukul 13.00 wib kita masuk pesawat dan pesswat take off pukul 13.30 wib. Thanks God everything’s run well. Kita tiba di bandara sepinggan, balikpapan pukul 15.15 wib atau 16.15 waktu setempat.
Ya ritual tiba ditempat baru, foto2 hehe. Kita tiba disambut dengan tarian tradisional suku dayak dan masuk ke tempat penyambutan kontingen. Makan, solat dan bercengkrama hingga pukul 19.30 wita rombomgan sumsel yang tadinya satu peswat diberangkatkan kembali dengan naik bus menuju samarinda. Saya mesti menunggu kedatangan kak syairul, fotografer berita pagi yang masih dalam peswat menuju balikpapan. Ia harusnya sudah tiba namun peswat nya delay..
Suasana ruang penyambutan sebetulnya rame. Ada kontingen dari jateng, baru tiba. Namun, saya sendiri sebagai bagian dari sumsel.
Hm..resiko. mungkin kisah ini akan menjadi kisah yang lebih indah dari cerita wartwan lain yang sama2 meliput. Saya wartwan sumsel, meliput sumsel namun bukan bagian kontingen sumsel.
Nti di lanjutkan...

Kamis, 12 Juni 2008

Entahlah....

hari keenam jadwal tambahan peliputan euro..
alhamdullih udah mulai baikan dari flu yang menyerang..cuma suara aj yang masih sedikit berubah..
entahlah mo nulis apa..bingung,,
tp klo ga nulis kerjaan cuma angong..nunggu jam 11..
mw ngobrol, tp orang kantor dah pada balik..
jadi garing ga ada bahan gini..
.................

Senin, 09 Juni 2008

Nikmatin Aja!

hm,..
tired..lelah..ngantuk..lagi flu
tapi job must go on..
yup nikmatin aja lah....
berharap semua ada hikmahnya dan pasti ada nanti.
semoga semua bernilai ibadah..amin.

Sabtu, 07 Juni 2008

EURO

perhelatan pesta sepakbola eropa empat tahunan kembali di mulai..alhamdulilah, satu hal yang g syukurin, tiap event itu dimulai, ada satu hal yang berubah dengan hidup g..
kita mulai dari 2000.., saat itu g lagi duduk di bangku SMU kelas dua..nonton bareng keluarga di rumah.
tahun 2004, g adalah mahasiswi jurusan ilmu komunikasi unila semester empat/lima gitu..g nonton di kosan.terkadang nonton sendiri karena temen2 cewek g pada ga suka nonton bola.
di dua kali perhelatan euro, g adalah penonton. cuma nonton.
sekarang, 2008.. g adalah wartawan olahraga harian umum beritapagi..g nonton tidak cuma untuk nonton, tapi juga melaksanakan tugas.g mesti ngebuat berita hasil pertandingan dan nonton bareng di kantor..
hehehe perubahan ini g syukurin banget.ternyata hidup g ga monoton banget..
mudah-mudahan, g bisa ada di tempat pelaksanaan euro secara langsung..someday..entah sebagai wartawan atau cuma penonton di salah satu stadion di eropa sana. g tetep berusaha dan berdoa, mudah2an Allah ijin g berada di sana..someday..:)